Belajar dan Berbagi Ilmu Melalui Blog

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Model pembelajaran jigsaw adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diteraapkan untuk mengaktifkan siswa dalam pembeljaran. Menurut Rusman (2010: 217) pembelajaran kooperatif jigsaw adalah pembelajaran yang mengambil pola seperti gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Lie (dalam Rusman, 2010: 218) pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang. Kelompok yang dibentuk adalah kelompok heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.

Pada model pembelajaran jigsaw ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif  yang heterogen dan terdiri dari 5 atau 6 orang siswa (Depdiknas, 2007: 107). Setiap anggota diberikan  materi yang berbeda berupa teks, dan dia bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Setelah itu setiap anggota kelompok yang mendapatkan materi sama berkumpul membentuk kelompok baru. Dalam kelompok baru ini, siswa berdiskusi tentang materi yang diperolehnya. Selanjutkan siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya (Rusman, 2010: 217).

Secara umum, sintaks model pembelajaran kooperatif jigsaw (Depdiknas, 2007:107) adalah (1) siswa dikelompokkan dengan anggota 4 atau 5 orang, (2) tiap siswa dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda, (3) anggota dari ti yan berbeda dengan penugasan sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli), (4) setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompoknya tentang submateri yang mereka kuasai, (5) tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusinya, (6) guru memberi evaluasi dan pembahasan, dan (7) penutup.

Dalam model pembelajaran kooperatif jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang diperoleh. Dalam diskusi terjadi pertukaran informasi antara siswa yang satu dengan yang lain sehingga dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Keberagaman siswa dalam kelompok akan menumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati dan terjadi kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Jhonson and Jhonson (dalam Rusman, 2010: 219) tentang pembelajaran kooperatif jigsaw menunjukkan bahwa interaksi kooperatif di dalamnya memiliki berbagai pengaruh positif terhadap siswa. Pengaruh tersebut antara lain (1) meningkatkan hasil belajar, (2) meningkatkan daya ingat, (3) menumbuhkan motivasi intrinsik, (4) meningkatkan sikap positif siswa terhadap sekolah, (5) meningkatkan sikap positif siswa terhadap guru, (6) meningkatkan perilaku penyesuaian sosial, dan (7) meningkatkan keterampilan bergotong royong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: